Search This Blog

Powered by Blogger.

"GEGER"!!! Pria asal Kota Kisaran ini mirip dengan "Mimi Peri"

Kisaran,28/06/2017, Netizen & seluruh jagad sosial media sedang dihebohkan dengan kemunculan seorang pria asal Kota Kisaran yang sangat ...

Recent Videos

"GEGER"!!! Pria asal Kota Kisaran ini mirip dengan "Mimi Peri"

Kisaran,28/06/2017, Netizen & seluruh jagad sosial media sedang dihebohkan dengan kemunculan seorang pria asal Kota Kisaran yang sangat mirip dengan "Mimi Peri" , mimi peri sendiri adalah artis yang bernama lengkap  Mimi Peri Rafunzel , yang belakangan lagi trending, di Sosial Media, pria yang diketahui bernama Muhammad Hamzah, warga Lestari ini tidak memungkiri jika dirinya sangat mirip dengan Mimi Peri, beliau mengatakan "Bahwa setiap orang pasti ada yang mirip", beliau pun menjadi perbincangan di akun Facebook,


Akibat sering ke "Masjid" Remaja ini sering mendapat "Rezeky" yang tidak disangka - sangka

Rawang Lama, 06/2017, Dilansir dari media lokal, sekelompok Remaja masjid yang gemar dan hoby pergi ke Masjid , sebut saja Surya Fadli Ramadhan, ia mengatakan "Mendatangi dan berangkat menuju masjid adalah banyak keutamaan, salah satu Hadits mengatakan "”Barangsiapa yang pergi atau berangkat ke masjid maka Allah akan mempersiapkan untuknya hidangan di dalam surga setiap kali dia pergi atau berangkat.”, ”Barangsiapa yang berangkat ke masjid jamaah, maka setiap langkahnya akan menghapuskan kejelekan dan setiap langkahnya akan dituliskan pahala, pergi dan pulangnya.”


”Barangsiapa yang berjalan di kegelapan malam menuju ke masjid maka dia akan berjumpa dengan Allah -Azza wa Jalla- dengan cahaya pada hari kiamat.”
Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barangsiapa menuju masjid pada waktu pagi hari atau sore hari maka Allah akan memberikan jamuan hidangan baginya di surga pada setiap pagi dan sore.” (HR. Al-Bukhari no. 148 dan Muslim no. 669)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajat.” (HR. Muslim no. 1553)

Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ

“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)

Dari Abu Musa katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ

“Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662) 

Pria ini mempertaruh kan "Nyawa" nya demi selamatkan dua orang Wanita menyeberangi Sungai

Kisaran, 06/2017, Dilansir dari salah satu media Lokal, menyebutkan bahwa ada seorang pria yang diketahui bernama Yossy Pratama, Warga Desa Rawang Lama Kecamatan Rawang Panca Arga


Menurut saksi mata, saat itu terdapat dua orang perempuan sedang bermain dipinggiran sungai dan tak lama berselang muncul seorang pria dan langsung terjun kesungai, menuntun dua orang perempuan tersebut menyeberangi sungai, dengan segenap keberanian pria tersebut nekat menerobsos deras nya arus sungai hingga menyebabkan baju pria tersebut basah, setelah ditanya apa alasan pria tersebut memberanikan diri menolong dua orang perempuan tersebut, katanya  " waktu sudah sore, kita harus cepat pulang, karena kami disini sedang berekreasi / berwisata, karena dua perempuan ini bandel gak mau naik, ya saya jemput dengan paksa" begitu ucapnya.

Makan Beralaskan "Daun Pisang" adalah simbol kesederhanaan berkumpulnya Remaja Desa Rawang Lama

Rawang Lama,06/2017, sejak 2014 lalu, Remaja Desa Rawang Lama sering membuat acara makan bersama jika berkumpul, seperti memanggang ikan atau sekedar cemilan kecil, namun disini kesan kesederhanaan terlihat dari media alas nasi dari daun pisang, serta tempat dibawah pepohonan, bernuansakan kesederhanaan sangat kental,

kegiatan ini juga bercampur baur dengan bapak - bapak / orang tua, menambah kesemangatan dalam berkumpul

Sejarah Singkat Desa "Rawang Lama" Kec.Rawang Panca Arga, Kisaran - Kab.Asahan

Gambaran Umum Desa Rawang Lama Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan,

A.    SEJARAH SINGKAT DESA RAWANG LAMA
Desa Rawang Lama pada akhir penjajahan Belanda dibuka oleh penduduk yang berdomisili disekitarnya, terutama penduduk yang bersal dari Pulau Jawa. Kemudian secara berangsur penduduk dari Tapanuli Utara dan Suku Melayu berdatangan.
Desa Rawang Lama merupakan lumbung beras, karena Desa Rawang Lama dibuka untuk persawahan. Pada tahun 1967 Desa Rawang Lama dimekarkan menjadi 3 (tiga) desa, yaitu:
1.      Desa Rawang Lama
2.      Desa Rawang Baru
3.      Desa Rawang Pasar IV

Desa Rawang Lama yang terletak pada bagian utara merupakan desa induk dengan wilayah terluas, karena pertambahan penduduk dan pesatnya pembangunan. Untuk yang kedua kalinya desa Rawang Lama dimekarkan lagi, yaitu pada tahun 1994 menjadi 2 (dua) desa:
1.      Desa Induk Desa Rawang Lama
2.      Desa Rawang Pasar VI
Maka disini perlu kami jelaskan bahwa desa-desa yang berada di Kecamatan Rawang Panca Arga merupakan pemekaran dari Desa Rawang Lama kecuali desa Pondok Bungur.

  1. VISI / MISI PEMERINTAHAN DESA RAWANG LAMA  KEC. RAWANG PANCA ARGA:
1.   VISI       : Membangun Bersama mencapai masyarakat yang beriman, sehat, mandiri dan sejahtera.
2.   MISI      :
-          Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran Agama yang dianut masing-masing masyarakat
-          Menyelengarakan Pemerintahan yang bersifat pelayanan dengan memfungsikan masing-masing perangkat Pemerintah Desa.
-          Menerapkan manajemen partisipasi dengan melibatkan seluruh warga masyarakat dan kelompok kepentingan terkait.
-          Mengembangkan potensi sesuai minat, kemampuan dan kreatifitas warga masyarakat

  1. LETAK GEOGRAFIS
1.      Desa Rawang Lama pada saat ini terdiri dari 12 dusun
2.      Terletak pada dataran rendah dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut
3.      Batas-batas desa adalah sebagai berikut:
-          Sebelah utara berbatasan dengan Desa Rawang Panca Arga dan Desa Pematang Rambai Kecamatan Tanjung Tiram
-          Sebelah timur berbatasan dengan Desa Rawang Pasar VI dan Desa Siliau Lama Kecamatan Siliau Laut
-          Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Rawang Pasar IV dan Desa Rawang Pasar V
-          Sebelah barat berbatasan dengan Desa Meranti dan Desa Serdang Kecamatan Meranti


B.     POTENSI DESA

1.      Luas Desa 2.220 Ha, yang terdiri dari:
-          Lahan Irigasi Tehnis                = 245  Ha
-          Lahan Irigasi ½ Tehnis            = 420  Ha
-          Tanah Hujan                            = 265  Ha
-          Perumahan dan Bangunan      = 102  Ha
-          Perkebunan Rakyat                 = 250  Ha
-          Pemakaman                             = 1,5   Ha
-          Jalan / Lain-lain                       = 61,5 Ha

2.      Sumberdaya Manusia
-          Jumlah Kepala Keluarga         = 1882 Jiwa
-          Jumlah Penduduk                   = 3385 Jiwa
-          Jumlah Laki-laki                      = 1502 Jiwa
-          Jumlah Perempuan                  = 1882 Jiwa
a.      Jumlah Penduduk Menurut Suku
-       Suku Jawa                          = 2120 Jiwa
-       Suku Melayu                      = 676   Jiwa
-       Suku Tapanuli Utara           = 329   Jiwa
-       Suku Tapanuli selatan         = 260   Jiwa
-       Lain-lain                             =   -     Jiwa
b.      Jumlah Penduduk Menurut Agama
-       Agama Islam                      = 2956 Jiwa
-       Agama Protestan                = 381   Jiwa
-       Agama Katolik                   = 48     Jiwa
-       Agama Hindu/Budha         =   -      Jiwa
c.       Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
-          Petani                                  =1098  Jiwa
-          Karyawan                           = 35     Jiwa
-          Pedagang                            = 69     Jiwa
-          Wiraswasta                         = 1259 Jiwa
-          Nelayan                              =   -      Jiwa
-          Pegawai Negeri Sipil          = 65     Jiwa
-          Buruh Tani                          = 859   Jiwa




3.      Sarana Pendidikan
-          SLTA Negeri                          = - Buah
-          SLTA Swasta                          = - Buah
-          MAN                                       = - Buah
-          MAS                                       = 2 Buah
-          SLTP Negeri                           = 1 Buah
-          SLTP Swasta                          = 1 Buah
-          MTS Negeri                            = 1 Buah
-          MTS Swasta                            = 1 Buah
-          SD Negeri                               = 1 Buah
-          SD Swasta                              = 2 Buah
-          MIN                                        = 1 Buah
-          TK                                           = 3 Buah
4.      Sarana Ibadah
-          Masjid                                     = 4 Buah
-          Mushollah                               = 6 Buah
-          Gereja                                      = 1 Buah
5.      Sarana Kesehatan
-          Pustu                                       = 1 Buah
-          Posyandu                                = 4 Buah
6.      Bidang Pertanian
-          Kelompok Tani                       = 18 Buah
-          Saung                                      = 2   Buah
-          PPL                                         = 1  Orang
7.      Bidang Keamanan
-          Pos Kamling                            = 4 Buah

Warga Desa "Rawang Lama" semangat Gotong Royong memperbaiki jalan rusak

Rawang Lama, warga Desa Rawang Lama, sangatlah kompak dan semangat gotong royong, hal ini dilakukan setiap 2 - 3 bulan sekali, mulai dari pembersihan jalan, membersihkan kuburan, membersihkan masjid, dll. 


semoga tetap bisa bersinergi kedepan nya dalam melakukan kegiatan bermanfaat buat warga Desa Rawang Lama,

"Masya Allah" Remaja ini memilih membaca Al-Qur'an jika lagi "Galau" ketimbang Update status di Facebook

Rawang Lama,06/2017, Remaja yang diketahui bernama lengkap Diki Kurniawan ini warga Dsn.IX Desa Rawang Lama Kec.Rawang Panca Arga, Kisaran - Asahan, sebagai seorang remaja tentu saja ia masih labil dan masih bergejolak emosi, namun yang ia lakukan jika sedang Galau ataupun marah, remaja ini mengatakan kalau dirinya memilih untuk mengambil Air Wudhu dan membaca Al-Qur'an, ia percaya kalau seketika rasa galau dan amarah nya akan hilang,
 
Copyright © 2013. Jurnal Kisaran - All Rights Reserved
Template Created by ThemeXpose